Ternak Ayam Petelur Pemula
Cara
peternakanayam petelur mencakup beberapa aspek supaya
ternak ayam petelur sukses dan menguntungkan.
Aspek ini terdiri dari memilih jenis produksi yang tinggi ayam petelur, makan
dan minum air, kesehatan dan perumahan. Semua aspek harus memiliki dasar dan
alasan, tidak sembarangan karena akan melibatkan peletakan modal
usaha ternak ayam petelur cukup
besar. Aspek aspek akan membuat
ternak ayam
petelur modern eksis dan berkembang.
Berikut ini aspek yang harus Anda pertimbangkan dalam
pemeliharaan ayam petelur yang tidak menderita kerugian:
Jenis Unggas Petelur
Jenis ayam petelur memiliki dua jenis, yaitu ayam petelur
ringan dan tipe menengah. Namun kedua jika dipelihara harus memiliki kriteria
sebagai berikut:
a. Produksi telur ayam tinggi.
b. Ayam cepat mencapai kematangan seksual (18-20 minggu).
c. ukuran telur normal (60-65 g).
d. kualitas telur yang baik.
e. Bebas dari sifat induk tersebut.
f. Nilai afkhir ayam tinggi.
g. konversi pakan rendah.
h. pertumbuhan yang relatif cepat dari anak ayam.
i. DOC harga yang kompetitif.
j. Ayam adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi.
k. kondisi ayam sesuai dengan kondisi cuaca.
Pakan Ayam Petelur
makan yang baik adalah 2 kali sehari. Pada pagi hari pukul
07.00 oleh 40%, maka pada pukul 13.00 WIB oleh 60%. Makan ayam petelur
disesuaikan dengan ayam kebutuhhan per hari adalah 120 g / hari. Jadi jika Anda
mempertahankan 1000 feed ekor Anda harus memberikan 120 000 gram atau sebanyak
120 kg. Komposisi ransum yang baik ayam petelur pada konsentrat yang terdiri
dari 35%, jagung 52%, 13% dedak padi. Anda dapat menambahkan beberapa bahan
pakan yang mendukung pertumbuhan dan produksi telur seperti probiotik dan
premik. Untuk penyediaan air minum harus diberikan adlibitum atau air selalu
tersedia. Ketersediaan air akan membantu proses metabolisme dalam tubuh ayam
yang memiliki pengaruh langsung pada produksi telur.
Pengobatan Penyakit
Sehingga tidak ada produksi telur menurun dan penyakit
gangguan catatan yang biasanya menyerang seperti
coccidiosis, cacar (fowl pox), snot (coryza),
Tetelo (New Castle Disease (NCD)), Gumboro (IBD) dan cacing. Pencegahan penyakit
adalah penyakit harus dilakukan secara intensif, pencegahan Tujuan untuk
menjaga produksi telur ayam dan kualitas agar tetap dalam kondisi terbaik.
Pencegahan penyakit ini dilakukan oleh petani dan melalui pengawasan dokter
hewan bersangkutan di peternakan tersebut. Pencegahan dilakukan oleh petani
meliputi pemeliharaan, perawatan, sanitasi, biosecurity dan vaksinasi.
Kandang Ayam Petelur
Memilih iklim kandang yang tepat di Indonesia adalah panas
atau tropis. Gunakan kandang terbuka untuk memungkinkan sistem sirkulasi udara
lancar. Kemudian pilih tiga betingkat sistem kandang baterai, kandang baterai
atau berbentuk kotak kandang (kandang) yang terbuat dari potongan bambu, reng,
dan kayu (kaso) sehingga kandang baterai memiliki sistem ventilasi yang sangat
baik untuk udara dingin untuk masuk ke dalam setiap kandang, Jika memiliki
modal besar hanya menggunakan permamen kandang yang terbuat dari besi atau
aluminium sehingga kandang susut sedikit.
Membuat kandang dilakukan pada masing - masing ukuran
masing-masing kandang single-level untuk setiap satu ayam adalah 40 cm x 40 cm
x 20 cm dengan susunan saling satu sama lain, sehingga membentuk sebuah unit
-unit memanjang yang dapat menampung ayam dengan banyak populasi. Baterai
kandang dibuat dengan mengadopsi tahap sistem kandang. Jarak antara permukaan
kandang baterai ke tanah tiga meter. Tujuan dari pemberian jarak tersebut
adalah untuk mengurangi intensitas meningkat gas amonia ke kandang baterai, di
mana gas amonia berdampak gangguan ayam pernapasan yang secara tidak langsung
mempengaruhi penurunan produksi telur.
Penanganan Telur
Masalah ternak ayam
petelur yang dihasilkan adalah beberapa telur retak pada saat
pengumpulan telur, beberapa telur memiliki cangkang yang lembut, telur normal
(telur lonjong, ada telur dalam telur, gangguan pigmen kulit telur, tempat
darah dan daging tempat di dalam telur) sebagai akibat dari kekurangan gizi
dalam diet dan penurunan organ kondisi fisiologis tubuh), terjadinya kejang
pada beberapa ayam dan jumlah lalat di kandang serta tajam. Tidak jarang, tapi
melakukan pencegahan baik sebelum.
Pengambilan telur dari kandang baterai harus dilakukan
sesering mungkin agar telur tidak diinjak-injak atau ayam mematuk. Setelah
diambil, langkah selanjutnya adalah lia atau pengkelasan. Seperti ini:
1. Telur bersih baik dan normal: Direct termasuk dalam peti
atau kemasan.
2. Telur kotor yang normal: dibersihkan (Anda bisa
menggunakan kain basah atau tergores), kemudian membungkus kembali
3. Telur retak dan rusak: dipisahkan, dijual ke penduduk
lokal dengan harga
Setelah repack selesai, dimasukkan dalam gudang. Karena
tidak secara langsung dikirim ke pasar atau pelanggan. Penympanan di gudang
tidak boleh melebihi satu minggu untuk menghindari kerusakan pada telur.
Demikian pula, review pedoman
tentang cara ternak ayam petelur pemula
yang baik untuk mendukung produksi maksimal, sehingga keberhasilan bisnis Anda
dan keuntungan besar. Sekian, semoga bermanfaat.